Selasa, 20 November 2012

OPT Patogen



Candidatus Liberibacter asiaticus
Nama penyakit dalam bahasa indonesia :Penyakit naga
Nama penyakit dalam bahasa inggris  :Dragon disease













Taksonomi
Kerajaan:Monera
Filum:Bakteri
Kelas:Alphaproteobacteria
Order:Rhizobiales
Keluarga:Rhizobiaceae
Genus:Candidatus Liberibacter
Spesies:asiaticus
Nama Ilmiah
Candidatus Liberibacter asiaticus 

Jagoueix et al. 1.994
Nama umum Sinonim
jeruk penghijauan


Deskripsi

Citrus penghijauan, juga disebut Huanglongbing atau Kuning Shoot / Penyakit Naga, adalah penyakit tanaman yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri, vektor oleh serangga disebut kutu loncat yang, bernama asiaticus Liberibacter Candidatus. Bagian Candidatus dari nama bakteri menunjukkan bahwa hal itu tidak dapat dibudidayakan. Dua bentuk terkait lainnya dari penyakit ini diketahui, Afrika, dan Selatan asal Amerika, keduanya juga vektor oleh kutu loncat jeruk. Bakteri ini dibawa oleh kutu loncat dari tanaman inang untuk menjadi tuan rumah tanaman, di mana ia berada secara eksklusif di jaringan floem. Sebagai bakteri mengalikan, itu tersedak suplai nutrisi bergerak seluruh pabrik, melemahnya tanaman dan akhirnya membunuh itu.

Gejala
Penghijauan jeruk bisa sulit untuk mendeteksi karena host dapat tetap tanpa gejala sampai tiga tahun sebelum menunjukkan tanda-tanda lahiriah infeksi. Beberapa gejala termasuk pucuk kuning pada cabang acak tunggal (tidak harus bingung dengan gangguan nutrisi, yang akan menunjukkan distribusi seragam), buah cacat yang tidak matang atau menghasilkan benih, dan penampilan berbintik-bintik yang melintasi urat daun (sekali lagi, tidak menjadi bingung dengan gangguan gizi, yang sering vena-terbatas).

Pengendalian
 Daerah Tertular; Untuk meminimalisir proses penyebaran virus ini sebaiknya dilakukan dengan menghindari proses pengambilan bibit atau material pisang dari daerah tertular dan melakukan pengendalian vektor mekanis. Daerah Bebas: Regulasi yang tegas dan jelas untuk proses importasi bibit, buah dan pohon terinfeksi dari daerah tertular, selain itu pengawasan vektor yang kemungkinan bisa terbawa dalam proses importasi bahan lainnya.


OPT Gulma

Lantara camara
Nama indonesia : kembang telek/tembelekan
Nama dalam bahasa inggris : Wild sage
Lantana camara
Flowers and leaves
Scientific classification
Kingdom:Plantae
(unranked):Angiosperms
(unranked):Eudicots
(unranked):Asterids
Order:Lamiales
Family:Verbenaceae
Genus:Lantana
Species:L. camara
Binomial name
Lantana camara
L.
Synonyms
Lantana aculeata L.[1]
Lantana armata

Deskripsi 
Tanaman perdu dengan tinggi 05 - 1,5 m. Tanaman ini berasal dari Amerika tropis dan tumbuh baik di daerah tropis. Tanaman ini tumbuh tersebar di daerah tropis hampir seluruh benua. Dan dapat tumbuh hingga ketinggian 1700 m dpl. ciri ciri: Kulit batang berwarna coklat dengan permukaan kasar. Daun berwarna hijau berbentuk oval dengan pinggir daun bergerigi. Permukaan daun kasar karena terdapat bulu. Kedudukan daun berhadapan dan tulang daun menyirip. bunga yang bersifat rasemos dan memiliki warna beraneka ragam, putih, merah muda, jingga, kuning. Dengan demikian tanaman ini memiliki nilai estika yg dapat di gunakan sebagai tanaman hias. Di beberapa negara tanaman ini sudah banyak di hibridakan sebagai tanaman hias.
memiliki buah seperti buah buni. Bewarna hijau dan bila telah matang berwarna hitam. Tanaman ini dapat dikembang biakkan melalui biji dan stek.

Cara menyerang
tumbuh secara bergerombol dan mengganggu tanaman terkena sinar matahari di tempat terbuka atau ternaungi.
Tembelek tumbuh sebagai tanaman liar pada tempat – tempat terbuka yang terkena sinar matahari atau agak ternaungi. Biasanya muncul secara bergerombol sepanjang tahun.


Sumber: http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/2073544-bunga-lantana-camara/#ixzz2Cp6DMLUV
Tembelek tumbuh sebagai tanaman liar pada tempat – tempat terbuka yang terkena sinar matahari atau agak ternaungi. Biasanya muncul secara bergerombol sepanjang tahun.


Sumber: http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/2073544-bunga-lantana-camara/#ixzz2Cp6DMLUV
Tembelek tumbuh sebagai tanaman liar pada tempat – tempat terbuka yang terkena sinar matahari atau agak ternaungi. Biasanya muncul secara bergerombol sepanjang tahun.

Sumber: http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/2073544-bunga-lantana-camara/#ixzz2Cp6Ppop0
Tembelek tumbuh sebagai tanaman liar pada tempat – tempat terbuka yang terkena sinar matahari atau agak ternaungi. Biasanya muncul secara bergerombol sepanjang tahun.

Sumber: http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/2073544-bunga-lantana-camara/#ixzz2Cp6Ppop0


Tembelek tumbuh sebagai tanaman liar pada tempat – tempat terbuka yang terkena sinar matahari atau agak ternaungi. Biasanya muncul secara bergerombol sepanjang tahun.

Sumber: http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/2073544-bunga-lantana-camara/#ixzz2Cp6Ppop0
Pengendalian
Daun dan cabang tembelekan dikeringkan lalu dibakar. Abunya dicampur air dan dipercikkan ke tanaman yang terserang hama, baik yang berupa kumbang maupun pengerek daun.

Jumat, 16 November 2012

OPT Hama


Diaphorina citri ( Kutu Loncat)


Perkembangan nimfa instar 1 sampai instar 5 yang serupa tetapi berbeda ukuran. Instar 1 (paling kiri) berukuran sangat kecil, sedangkan instar 5 (paling kanan) berukuran jauh lebih besar.


Kutu dewasa hinggap dengan bagian kepala menempel dan pantat terangkat

klasifikasi menurut ITIS

axonomic Hierarchy





KingdomAnimalia  – Animal, animaux, animals

   PhylumArthropoda  – Artrópode, arthropodes, arthropods

      SubphylumHexapoda  – hexapods

         ClassInsecta  – insects, hexapoda, inseto, insectes

            SubclassPterygota  – insects ailés, winged insects

               InfraclassNeoptera  – modern, wing-folding insects

                  OrderHemiptera Linnaeus, 1758 – true bugs, hemipterans

                     SuborderSternorrhyncha 

                        SuperfamilyPsylloidea 

                           FamilyPsyllidae  – jumping plantlice

                              GenusDiaphorina 

                                 SpeciesDiaphorina citri Kuwayama, 1908





Morfologi

Kutu loncat jeruk mempunyai tiga stadia hidup, yaitu serangga dewasa, telur, dan nimfa. Siklus hidupnya mulai dari telur sampai dewasa berlangsung antara 16- 18 hari pada kondisi panas, sedangkan pada kondisi dingin sampai 45 hari. SeIama setahun serangga ini dapat mencapai 9 - 10 generasi.

Stadium dewasa ditandai dengan terbentuknya sayap dan kutu ini dapat terbang atau meloncat.  Warna kutu dewasanya coklat muda sampai coklat tua, matanya berwarna kelabu dan bercak-bercak coklat. Bagian abdomennya berwarna hijau terang kebiruan dan orange. Panjang tubuhnya sekitar 2 - 3 mm.  Ciri lainnya adalah pada saat makan, serangga ini posisinya menungging atau membentuk sudut. 

Kopulasi segera berlangsung setelah serangga menjadi dewasa. Selanjutnya, serangga betina mencari ranting-ranting yang bertunas dan peletakan telurnya mulai berlangsung setelah 8 - 20 jam setelah kopulasi. Masa bertelur bervariasi, yaitu antara 10 - 40 hari, sedangkan jumlah telurnya dapat mencapai 800 butir. 

Telur berbentuk lonjong dan agak menyerupai buah adpokat, warna kuning terang. Cara meletakkan telurnya tidak teratur, kadang-kadang berkelompok atau terpisah sendiri-sendiri. Bagian tanaman yang menjadi tempat meletakkan telur adalah tunas-tunas daun, atau jaringan tanaman yang masih muda, seperti tangkai tunas dan permukaan daun bagian atas dan bawah yang belum membuka. Setelah 2- 3 hari telur menetas menjadi nimfa. 

Nimfa yang baru menetas hidup berkelompok pada jaringan tanaman muda dan mengisap cairan tanaman. Setelah nimfa berumur 2 - 3 hari, kemudian menyebar dan mencari makan pada daun-daun muda di sekitarnya. Periode nimfa berlangsung selama 12 - 17 hari dan selama ini terjadi 5 kali pergantian kulit.  Setelah pergantian kulit yang pertama nimfa bertambah aktif mencari makanan dan berpindah dari satu daun ke daun lainnya, dan nimfa tersebut merusak tanaman, bila dibandingkan dengan serangga dewasanya. Warna nimfa tersebut kuning sampai kuning kecoklatan. Kelima instar nimfa tersebut dapat dibedakan berdasarkan ukuran, bentuk awal perkembangan terbentuknya sayap dan penyusunan sklerit pada toraks bagian dorsal. 
D. citri tertarik pada tunas-tunas muda sebagai tempat peletakan telur, sehingga pertunasan tanaman merupakan faktor penting dalam perkembangbiakannya. Di Jawa Barat, tanaman jeruk bertunas 5 kali dalam setahun sehingga terdapat 5 periode kritis dimana D. citri mencapai jumlah yang sangat tinggi. Untuk mengetahui populasi D. citri perlu diamati kuncup dan tunas. 
    Di Indonesia tersebar di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Madura, Bali, dan Sulawesi. Hama ini juga diketahui telah menyebar di negara-negara Asia seperti Pakistan, India, Cina, Filipina, Jepang dan Amerika Selatan, Brazilia
Gejala

Kerusakan karena aktivitas kutu loncat jeruk adalah daun jeruk menjadi berkerut-kerut, menggulung atau kering, dan pertumbuhannya menjadi terhambat serta tidak sempurna. Selain daun yang masih muda, kutu ini dengan stiletnya menusuk dan menghisap cairan sel pada tangkai daun, tunas-tunas muda atau jaringan tanaman lainnya yang masih muda.  Gejala lainnya adalah hasil sekresi alau kotorannya berupa benang yang berwarna putih dan bentuknya menyerupai spiral. 

Apabila serangannya berat, bagian tanaman yang terserang menjadi layu, kering dan kemudian mati. Apabila hama ini menyerang satu tanaman dengan merata, maka penumbuhan bunga menjadi terhambat dan produksi akan berkurang. 

Serangga ini selain menjadi hama juga dapat menularkan organisme Liberobacter asiatium yakni patogen dari Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD) atau saat ini secara Internasional dikenal sebagai Citrus Huang Lung Bin.
Pengendalian

Pengendalian secara bercocok tanam/kultur teknis, meliputi cara-cara yang mengarah pada budidaya tanaman sehat yaitu : terpenuhinya persyaratan tumbuh (suhu, curah hujan, angin, ketinggian tempat, tanah), pengaturan jarak tanam, pemupukuan, dan pengamatan dengan pemasangan 1 unit perangkap likat kuning setiap 5 pohon dalam satu baris. Hitung serangga dewasa yang terperangkap setiap 2 minggu. Pengamatan dengan pemasang-an perangkap ini dilakukan disamping untuk tujuan pengamatan, juga dalam rangka mengurangi populasi kutu loncat. 
Pengendalian mekanis dan fisik, dilakukan dengan eradikasi tanaman inang lain di sekitar pertanaman jeruk. 

Pengendalian biologi, dengan memanfaatkan musuh alami parasitoid, predator dan patogen.PrarasitoidTamarixia radiata (Water) dan Diaphorincyrtus diaphorinae (Lin & Tao), D. Aligarhensis yang daya parasitasinya berturut-turut 90 %, dan 60 – 80 %, serta Psyllaephagus sp. Predator  seperti Curinus coerulus Mulsant,Coccinella repanda, C. Transversalis F., lalat Syrphidae, Chysomelidae, dan Lycosidae. Patogen Matarrhiziumsp., dan Hirsutella thomsoni diketahui dapat menekan populasi kutu loncat. 

Pengendalian kimiawi, dengan menggunakan insektisida selektif dan efektif sesuai rekomendasi pada saat tanaman bertunas.

ITIS

citrusbiosecurity